Adat Khanduri Blang

Pada tahun ini masyarakat Gampong Blang Riek melaksanakan Khanduri Blang pada Hari Ahad 22 Juni 2025, dimulai pada pukul 8.00 WIB dan selesai pada pukul 12.00 WIB. Acara Khanduri Blang tahun ini di fokuskan pelaksanaannya di kawasan Cot Teumeureu sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, hanya saja sejak dua tahun terakhir kegiatan ini di pusatkan di Balai Tani yang dibangun sejak dua tahun lalu.

Khanduri Blang sudah dilakukan oleh Para Leluhur Kita dari masa kemasa bertujuan untuk berdoa bersama meminta kepada Allah SAW supaya mendapatkan hasil panen yang berkah dan bebas dari Hama Penyakit serta gangguan Lainnya.

Setiap akan memulai turun sawah, masyarakat Aceh lazimnya menggelar sebuah upacara ‘Khanduri Blang’ (khanduri turun sawah). Khanduri Blang merupakan tradisi yang melekat di masyarakat Tanah Rencong yang sudah digelar secara turun temurun dari satu generasi ke generasi lainnya.

Khanduri Blang bagi masyarakat Aceh tidak hanya sebatas ritual/upacara yang menandai akan dimulainya turun ke sawah, namun memiliki makna yang mengandung nilai-nilai Ketuhanan dan aspek sosialnya, sehingga adat turun sawan ini masih dilestarikan dengan baik sampai hari ini.

Begitu juga masyarakat Gampong Blang Riek, sebelum Khanduri Blang dilaksanakan terlebih dahulu selama dua malam berturut-turut, yaitu Malam Sabtu dan Malam Ahad melaksanakan acara do’a bersama di Meunasah Gampong Blang Riek yang di pimpin oleh Tgk. Imum Gampong Blang Riek yaitu Tgk. M. Nasir Adam, baru dilanjutkan acara khanduri Blang pada siang hari Ahad,  yang mana juga diikuti sebelumnya do’a bersama yang dipimpin oleh dua tokoh agama yaitu Waled Nashiruddin yang sekaligus Imum Chik Masjid Babul Falah Gampong Blang Riek dan Tgk. Ilyas yang merupakan Tgk. Imum Chik Masjid Baiturrahim Gampong Cempeudak. Selanjutnya acara “peusijuek bijeh” dipimpin oleh Tgk. Abdullah An-Nisami, baru kemudian Khanduri dihidangkan yang dikumpulkan dari masing-masing dapur setiap warga yang berkhanduri.

Dalam adat istiadat masyarakat Aceh, turun ke sawah juga memiliki Lembaga Adat tersendiri yang dikenal dengan nama ‘Keujruen Blang’. Keujruen Blang termasuk Lembaga Adat yang memiliki tugas dan wewenang mengurusi dan mengkoordinasikan para petani sawah saat memasuki musim tanam hingga panen.

Semua daerah di Aceh melaksanakan Khanduri Blang saat akan turun ke sawah, namun tata cara pelaksanaannya yang berbeda tergantung kearifan lokal masing-masing. Namun intinya sama, yaitu melakukan khanduri yang diiringi dengan munajat do’a kepada Allah SWT agar tanaman selamat dari hama dan menghasilkan panen yang banyak.