
Blang Riek, 9 November 2025 — Suasana penuh kekeluargaan mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Blang Riek, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Mahasiswa KPM Kelompok 54 UIN Sultanah Nahrasyiah Lhokseumawe turut ambil bagian dalam kemeriahan tersebut bersama masyarakat setempat pada Minggu, 9 November 2025.
Acara maulid berlangsung hangat dan khidmat, dihadiri langsung oleh Geuchik Gampong Blang Riek, Muhammad Rizal, yang memberikan sambutan serta pesan-pesan keagamaan untuk memperkuat nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran aparat gampong, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai dusun semakin menambah semaraknya peringatan tersebut.
Kemeriahan maulid tahun ini juga dimeriahkan oleh penampilan meudike dari anak-anak gampong, yang menjadi salah satu tradisi khas Aceh dalam menyambut perayaan keagamaan. Lantunan syair dan irama khas meudike yang dibawakan para generasi muda ini sukses menarik perhatian para tamu dan mahasiswa, sekaligus menjadi simbol pelestarian budaya Islami di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Kelompok 54, Nahril Syah Ramadhan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan warga Blang Riek.
“Merupakan kebahagiaan bagi kami dapat ikut serta dalam peringatan maulid ini. Selain menambah kecintaan kita kepada Rasulullah SAW, kegiatan ini mempererat hubungan kami dengan masyarakat. Tradisi yang hidup di desa ini memberikan pengalaman sangat berharga bagi kami sebagai mahasiswa,” ucap Nahril.
Rangkaian acara maulid diisi dengan pembacaan sholawat, ceramah keagamaan, serta jamuan kenduri maulid, yang menjadi bagian penting dari tradisi masyarakat Aceh. Kebersamaan antara mahasiswa dan warga semakin terasa saat menikmati hidangan kenduri yang disiapkan secara gotong royong.
Bagi mahasiswa KPM, khususnya yang berasal dari luar Aceh, peringatan maulid di Blang Riek menjadi pengalaman yang memperkaya wawasan mengenai keberagaman adat, budaya, serta tradisi keagamaan daerah. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat nilai pengabdian mahasiswa, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta akan warisan budaya lokal yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.
Penulis: Farah Nazifa