Pelaksanaan Festival Layang Tunang Peuleupi Hate di Lapangan Matang Ben, Kecamatan Tanah Luas, berlangsung meriah. Sebanyak 27 layangan dengan ukuran khusus diterbangkan secara bersamaan, menghadirkan pemandangan menakjubkan di angkasa sekaligus memikat antusiasme masyarakat yang hadir menyaksikan langsung ajang berskala daerah ini.

Festival yang diinisiasi Disporaparekraf Aceh Utara ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang untuk melestarikan permainan tradisional yang sarat nilai sejarah, olahraga, hingga potensi ekonomi kreatif. Seperti yang ditegaskan Zulkifli, festival ini menjadi langkah awal membangkitkan kembali keberadaan layang tunang agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.

Namun, mengendalikan layang tunang di udara membutuhkan paduan keterampilan tinggi dan perhitungan cuaca yang tepat. Nasib kurang beruntung harus dialami kontingen dari Gampong Blang Riek yang mewakili Kecamatan Kuta Makmur. Akibat hempasan angin kencang dan ketidaksesuaian jenis benang dengan kondisi cuaca di lapangan, layangan milik mereka terputus di tengah perlombaan. Tim Kuta Makmur pun terpaksa gigit jari dan merelakan peluang membawa pulang kemenangan.

Ajang ketangkasan warisan 800 tahun sejarah Samudera Pase ini akhirnya dimenangi oleh para pawang layang tunang terbaik. Berikut daftar para peraih juara dan hadiah uang pembinaan dari panitia:
Juara 1: Syamtalira Aron (Fajar) – Berhak atas uang pembinaan sebesar Rp3.000.000
Juara 2: Syamtalira Bayu (Ardi Maulana) – Berhak atas uang pembinaan sebesar Rp2.000.000
Juara 3: Dewantara (Said Iqramullah) – Berhak atas uang pembinaan sebesar Rp1.000.000

Pemberian hadiah ini diharapkan dapat terus membakar semangat para peserta dan merangsang minat generasi muda untuk menjaga kelestarian permainan tradisional di Aceh Utara, bukan hanya layang tunang, termasuk ek geunteut dan lain sebagainya,pungkas Pak Kadis atas nama Pak Bupati.



