Peletakan Batu Pertama Masjid Babul Falah Blang Riek Kuta Makmur Aceh Utara

Peletakan Batu Pertama Masjid Babul Falah Blang Riek Kuta Makmur Aceh Utara

Blang Riek – Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil (Ayah Wa) melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Babul Falah di Gampong Blang Riek, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, Rabu (13/5/2026) menjelang siang. Prosesi tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta mahasiswa.

Kegiatan diawali dengan laporan ketua panitia pembangunan, dilanjutkan sambutan Imum Syik Masjid, kemudian ditutup dengan zikir dan doa bersama. Sejumlah pejabat turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Utara Hadaini, Camat Kuta Makmur Hanifza Putra, Kapolsek Kuta Makmur AKP Agus Sadek, perwakilan Danramil 02 Kuta Makmur, Kepala Puskesmas Kuta Makmur Samsul Zahri, Kepala sekolah SMAN 1 Kuta Makmur, Kepala Sekolah MTSn 6 Kuta Makmur, Dewan Guru, Ketua Majelis Taklim Kuta Makmur Abi Muzakir, serta para Pimpinan Dayah / Balai Pengajian, Imum Mukim, Para Geuchik, dan perwakilan Mahasiswa HIMAKMUR, serta masyarakat luas

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Utara, Hadaini saat menyampaikan sambutan

Imum Syik Masjid Babul Falah, Teungku Haji Nashiruddin dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan masjid tersebut telah dimulai sejak tahun 1975 dan sudah mengalami empat kali rekonstruksi bangunan.

“Dulu mulai dari kayu pohon kelapa, papan kayu alakada, kemudian semi permanen dengan beton, hingga akhirnya menjadi bangunan permanen seperti sekarang,” ujar Waled.

Ia menjelaskan, kondisi bangunan masjid saat ini dinilai cukup rentan karena faktor usia dan dampak gempa yang menyebabkan sejumlah bagian bangunan mengalami keretakan.

Menurutnya, Masjid Babul Falah dulunya merupakan masjid kemukiman yang membawahi 10 gampong, yakni Blang Riek, Ceumpeudak, Lhok Jok, Seuneubok Drien, Alue Rambee, Meunasah Blang Ara, Buket, Cot Merbo, Ie Tarek 1, dan Ie Tarek 2. Namun seiring perkembangan wilayah, sebagian besar desa telah memiliki masjid masing-masing, sementara Ie Tarek 1 dan 2 kini masuk wilayah Kecamatan Simpang Kramat pascapemekaran daerah.

Imum Syik Masjid Babul Falah, Teungku Nashiruddin (Waled Blang Riek) saat menyampaikan sambutan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Babul Falah, Muhammad Rizal mengatakan, bangunan masjid yang telah berdiri lebih dari 50 tahun itu sudah layak direkonstruksi demi kenyamanan dan keselamatan jamaah.

“Berdasarkan hasil musyawarah bersama pengurus masjid dan masyarakat, pembangunan ulang dinilai sangat penting agar masjid lebih kokoh, aman, dan representatif bagi kebutuhan umat ke depan,” kata Rizal.

Ia menambahkan, keputusan pembangunan ulang juga didasari hasil pengukuran arah kiblat yang dilakukan tim ahli pada 11 Mei 2026. Tim tersebut terdiri dari Kasi Bimas Islam Kemenag Aceh Utara Syukri, staf penyelenggara zakat dan wakaf Juli Adrizal, serta ahli ilmu falak dari UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Dr. Ismail.

Dari hasil pengukuran ditemukan adanya pergeseran arah kiblat pada bangunan lama. Karena itu, pembangunan masjid baru akan disesuaikan dengan arah kiblat yang lebih presisi berdasarkan perhitungan ilmiah dan syariat Islam.

“Temuan ini menjadi salah satu dasar penting agar pembangunan masjid baru tidak hanya lebih megah secara fisik, tetapi juga lebih akurat secara syariat,” ujarnya.

Rencana pembangunan ulang Masjid Babul Falah sendiri telah melalui proses musyawarah sejak tahun 2020 sebelum akhirnya mencapai keputusan final sekitar sebulan lalu.

Saat ini, masjid memiliki luas bangunan 20 x 20 meter dengan kapasitas sekitar 300 jamaah. Dalam desain baru, ukuran bangunan akan diperluas menjadi 24 x 24 meter dengan kapasitas mencapai 400 hingga 450 jamaah.

Berdasarkan perhitungan Owner Estimate (OE) dari CV. Syifa Engineering Consultant, total biaya pembangunan diperkirakan mencapai Rp10,5 miliar. Untuk tahap awal, panitia mengandalkan dana swadaya masyarakat yang telah terkumpul sekitar Rp160 juta.

Panitia berharap dukungan dari masyarakat, pemerintah, para dermawan, dan berbagai pihak agar Pembangunan Masjid dapat berjalan sesuai rencana.

“Kami berharap pembangunan ini menjadi amal jariyah bersama. Dukungan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar cita-cita menghadirkan masjid yang lebih layak dan nyaman dapat terwujud,” ujar Rizal yang juga menjabat sebagai Geuchik Blang Riek selama dua periode.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Babul Falah sekaligus Geuchik Gampong Blang Riek, Muhammad Rizal saat menyampaikan laporan.

Ia memastikan proses pembangunan dilakukan secara bertahap tanpa mengganggu aktivitas ibadah harian masyarakat. Pembangunan akan dimulai dari bagian luar bangunan lama sehingga jamaah tetap dapat melaksanakan salat dan kegiatan keagamaan lainnya seperti biasa.

Setelah struktur luar rampung, pembangunan akan dilanjutkan ke bagian dalam hingga keseluruhan masjid baru selesai dibangun. Dengan konsep pembangunan bertahap tersebut, bangunan lama diperkirakan masih dapat difungsikan dalam 10 hingga 20 tahun mendatang sambil menunggu penyelesaian total pembangunan baru.

Foto Tamu Undangan dan jama’ah yang hadir pada acara peletakan batu pertama Masjid Babul Falah Gampong Blang Riek Kuta Makmur Aceh Utara.

Pembangunan Masjid Babul Falah diharapkan tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur keagamaan di Gampong Blang Riek, tetapi juga menjadi pusat ibadah, pendidikan Islam, dan penguatan ukhuwah masyarakat bagi generasi mendatang.