​Rakernas APDESI : Desa Jadi Lokomotif Ekonomi Baru

SERANG – Ribuan kepala desa dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APDESI Merah Putih 2026 yang digelar pada Rabu dan Kamis (10–11 Juni 2026) di Aston Hotel & Convention Center, Kota Serang, Banten, sepakat mendeklarasikan babak baru pembangunan: desa bukan lagi objek, melainkan subjek utama ekonomi nasional.

​Ketua Umum APDESI Merah Putih, Anwar Sadat, menegaskan dengan lebih dari 75.000 desa di Indonesia, memperkuat ekonomi dari akar rumput adalah kunci mutlak pemerataan kesejahteraan.

Aksi Nyata : 2.000 Ayam & Solusi Digital

​Bukan sekadar wacana, dalam forum dua hari tersebut APDESI langsung tancap gas berkolaborasi dengan Yayasan JAM yang dipimpin oleh Ketua Dewan Pakar baru mereka, Johan Aripin Muba. Tiga program taktis siap diluncurkan di tiap desa:

    • Ketahanan Pangan: Pembangunan 2 kandang ayam produktif berkapasitas total 2.000 ekor.
    • Dua Koperasi Produsen: Penjamin modal, pupuk, hingga kepastian pasar agar petani padi dan jagung tidak lagi gigit jari saat panen.
    • Digitalisasi JAMSTREET: Aplikasi pintar untuk memantau produksi dan keuangan koperasi secara real-time dan transparan.

​”Kalau desa maju, negara maju. Fokus kita adalah memberikan kepastian pasar agar hasil keringat masyarakat terserap jelas,” tegas Johan.

 

Dukungan Penuh Elite Nasional

​Langkah besar bertema “Sinergi Merah Putih” ini dikawal langsung oleh jajaran tokoh bangsa yang hadir di lokasi, mulai dari Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Mendes PDT Yandri Susanto, Menekraf Teuku Riefky Harsya, Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto, hingga Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Gubernur Banten Andra Soni.

​Kolaborasi ini menjadi sinyal kuat bahwa kemandirian ekonomi Indonesia kini resmi dimulai dari desa.