Realisasi RJIT di Kuta Makmur: Langkah Tepat Kejar Target IP3 dan Kesejahteraan Petani

KUTA MAKMUR — Kelompok Tani (Poktan) Paya Jeumatan di Gampong Blang Riek, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, merealisasikan program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dari Kementerian Pertanian RI. Menggunakan dana stimulan APBN sebesar Rp100.000.000,- dengan metode Swakelola Padat Karya Tunai, proyek ini memberdayakan petani setempat sekaligus meningkatkan pendapatan mereka.

Pekerjaan fisik sepanjang 160 meter dengan dimensi 40 x 50 x 40 cm ini dibangun mengikuti saluran existing demi mengoptimalkan debit air ke hilir sawah yang rawan kekeringan. “Seluruh pengerjaan fisik kami lakukan secara mandiri. Kendala saat ini hanya kelangkaan stok semen di pasar lokal karena banyaknya proyek yang berjalan bersamaan,” ungkap M. Diah, Ketua Poktan Paya Jeumatan.

Proyek ini diawasi ketat oleh PPL Gampong Blang Riek, Ibu Rahmi, S.P., dan Kepala BPP Buloh Blang Ara, Pak Nurrahim, S.P., guna memastikan kualitas pelaksanaan sesuai spesifikasi. Kecamatan Kuta Makmur sendiri mendapat alokasi program ini untuk 5 desa.

Jembatan Menuju Target IP3

Program ini juga sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian RI yang mengalokasikan anggaran ratusan miliar rupiah untuk program RJIT dan Irigasi Pompa (IRPOM) demi mengejar target Indeks Pertanaman 3 (IP3) atau tiga kali panen dalam setahun.

Kepala BPP Buloh Blang Ara, Pak Nurrahim, S.P., menegaskan bahwa infrastruktur air yang memadai adalah solusi konkret mengatasi kekeringan di musim kemarau. Keberhasilan target IP3 ini diproyeksikan membawa dua dampak utama:

  • Ketahanan Pangan: Pasokan gabah desa terjaga sepanjang tahun tanpa fluktuasi musiman.

  • Peningkatan Pendapatan: Frekuensi panen yang bertambah otomatis melonjakkan ekonomi rumah tangga petani.

“Jika airnya siap, petani pasti siap tanam. Melalui IP3, kita tidak hanya menjaga swasembada pangan nasional, tetapi secara nyata mengangkat kesejahteraan ekonomi petani di desa,”  dengan senyum penuh harapan program IRPOM dapat segera terealisir dalam waktu dekat, guna menjawab kebutuhan petani di beberapa desa yg terpenuhi syaratnya, pungkas Pak Nurrahim, SP.